14 Soal Tentang Penanganan dan Pengolahan Hasil Peternakan + Kunci Jawaban
Soal Pilgan Penanganan dan Pengolahan Hasil Peternakan

1. Penuntasan darah yang tidak mencukupi akan menurunkan mutu daging secara keseluruhan terutama penampilan daging yang dapat dilihat dari ….
A. Keberadaan bercak putih pada daging karena darah yang terkumpul
B. Rendahnya peluang terjadinya kontaminasi mikroba yang terdapat dalam darah
C. Timbulnya bercak merah akibat sisa daging yang terkumpul di beberapa tenunan daging
D. Aroma darah (anyir) pada daging
Jawaban:
C. Timbulnya bercak merah akibat sisa daging yang terkumpul di beberapa tenunan daging
2. Kulit mentah bermutu tinggi ditandai dengan karakteristik berikut, kecuali ….
A. Bulu utuh dan rontok
B. Permukaan dalam rata dan bersih
C. Berwarna putih dan bebas lemak
D. Tidak ada cacat pada permukaan luar dan dalam kulit
Jawaban:
A. Bulu utuh dan rontok
3. Telur steril yang dihasilkan dari peternakan unggas dan tanpa keberadaan unggas jantan disebut telur....
A. Fertil
B. Konsumsi
C. Bibit
D. Tetas
Jawaban:
B. Konsumsi
4. Telur dipandang sebagai telur cacat karena hal-hal berikut ini, kecuali….
A. Berbentuk dempet karena mengandung dua kuning telur
B. Telur ayam yang kulitnya berwarna belang
C. Telur puyuh yang kulitnya berwarna belang
D. Telur dengan kulit yang lentur
Jawaban:
C. Telur puyuh yang kulitnya berwarna belang
5. Batas dari mutu kesegaran telur kelas prima diindikasikan dari nilai Z sebesar......
A. 119
B. 100
C. 86
D. 55
Jawaban:
B. 100
6. Sistem pembersihan kandang sapi perah yang dilakukan oleh peternak harus meliputi aspek-aspek berikut ini, kecuali….
A. Konstruksi kandang yang memudahkan pembersihan
B. Pembuangan kotoran padat dan cair pada satu lokasi
C. Ketersediaan air yang cukup untuk air minum sapi dan
D. Pembersihan kandang
Jawaban:
B. Pembuangan kotoran padat dan cair pada satu lokasi
7. Apa yang dimaksud dengan penanganan hasil peternakan?
A) Proses memilih jenis hewan ternak
B) Proses memotong daging hewan ternak
C) Proses merawat hewan ternak
D) Proses mengolah produk hasil peternakan menjadi makanan
Jawaban:
C) Proses merawat hewan ternak
8. Pengolahan hasil peternakan melibatkan tahap apa?
A) Pemilihan jenis hewan ternak
B) Penyembelihan hewan ternak
C) Penanganan limbah peternakan
D) Pemasaran produk ternak
Jawaban:
D) Pemasaran produk ternak
9. Manakah dari berikut ini bukan merupakan tahap dalam penanganan hasil peternakan?
A) Pemberian pakan
B) Pemotongan hewan
C) Pembersihan kandang
D) Pengemasan produk
Jawaban:
B) Pemotongan hewan
10. Mengapa penting untuk merawat kesehatan hewan ternak dengan baik?
A) Agar hewan tidak tumbuh besar
B) Agar produksi telur meningkat
C) Agar mencegah penyebaran penyakit dan meningkatkan produktivitas
D) Agar warna bulu hewan menjadi lebih cerah
Jawaban:
C) Agar mencegah penyebaran penyakit dan meningkatkan produktivitas
11. Apa yang dimaksud dengan reproduksi dalam konteks peternakan?
A) Proses mengolah daging menjadi produk makanan
B) Proses pemotongan daging hewan ternak
C) Proses perkembangbiakan hewan ternak
D) Proses pemberian pakan pada hewan ternak
Jawaban:
C) Proses perkembangbiakan hewan ternak
12. Tujuan dari pemotongan hewan ternak adalah untuk:
A) Meningkatkan produksi susu
B) Mengurangi populasi hewan ternak
C) Mendapatkan daging dan produk lainnya
D) Memperbaiki kualitas bulu hewan
Jawaban:
C) Mendapatkan daging dan produk lainnya
13. Apa yang dimaksud dengan istilah 'pengolahan primer' dalam peternakan?
A) Tahap pertama dalam pemotongan hewan ternak
B) Tahap produksi telur dari ayam
C) Tahap awal dalam pengolahan hasil peternakan setelah pemotongan
D) Tahap mengolah limbah peternakan
Jawaban:
A) Tahap pertama dalam pemotongan hewan ternak
14. Mengapa pengolahan limbah peternakan sangat penting?
A) Untuk membuang limbah ke tempat pembuangan sampah
B) Untuk mencegah pencemaran lingkungan dan memanfaatkan limbah menjadi sumber energi atau pupuk
C) Agar limbah dapat dijual sebagai produk sampingan
D) Agar kandang hewan tetap bersih
Jawaban:
B) Untuk mencegah pencemaran lingkungan dan memanfaatkan limbah menjadi sumber energi atau pupuk